Jejak Kaki Manusia Salju Raksasa Yeti Muncul di Himalaya?

Jejak Kaki Manusia Salju Raksasa Yeti Muncul di Himalaya?

Jejak Kaki Manusia Salju Raksasa Yeti Muncul di Himalaya?

Benarkah jejak itu mengarahkan ke temuan Yeti ?

Pelangi CasinoTentara India yang berjaga di pegunugan mengatakan bahwa menemukan jejak misteius di salju. Mereka beranggapan jejak itu berhubungan dengan Yeti, atau manusia yang mengerikan.

Dilaporkan Mirror, gambar klaim temuan itu di unggah melalui media sosial Twitter. Tentara India mengatakan melihat jejak kaki yang berukurna kira – kira 81 x 38 centimeter. Jejak kaki itu di temukan di dekat Gunung Makalu Nepal.

” Untuk pertama kalinya, Tim Ekspedisi pegunungan Tentara India menemukan jejak kaki misterius mahluk mistis Yeti, ” tulis pernyataan itu.

Baca Juga : Sule Janji Berikan Hadia Rumah

Makalu terletak di perbatasan antara Nepal dan India. Gunung Makalu menjadi salah satu dari lima gunung tertinggi di dunia.

Bukan Yeti ?

Daniel C Taylor, penjelajahan dan penulis buku mengenai misteri Yeti menyebut. Jejak kaki tersebut kemungkinan besar merupakan jejak kaki beruang dalam jumlah banyak.

” Jika itu adalah jejak kaki seekor binatang, mungkin berukuran dinosaurus,” kata Daniel.”

Daniel menambahkan pengukuran beruang dari jejak kaki di perlukan untuk memastikan asal usulnya.

Jejak Kaki Manusia Salju Raksasa Yeti – Sosok Yeti masih menjadi misterii. Komunitas ilmiah menganggap sebagai legenda.

Yeti memang bagian dari cerita rakyat. Nepal dan di sebut tinggal di daratan tinggi Himalaya yang bersalju.

Tetapi kisah Yeti telah memunculkan imajinasi para pendaki Di Nepal sejak 1920.

Kisah 60 Tahun Pencarian Mahkluk Legenda Yeti, Hasilnya . . . . .

Ketika berusaha mencari rute baru ke Everst pada 1951, penjelajah Inggris, Eric Shepaton merupakan jejak kaki aneh yang menyerupai hominod. Jejak kaki tersebut ada di gletser Meniung, bagian barat Gunung Everst, di Perbatasan Nepal dan Tibet.

Shepton tidak sendiran ketika menemukan jejak kaki yang tercetak di atas salju itu.

Saat itu, dia bersama Michael Ward sedang mencari jalur alternatif menuju puncak tertinggi di dunia tersebut.

Merasa itu adalah temuan yang berharga, Shepaton pun mengambil gambarnya. Sejak itulah cerita cerita tentang Yeti yang dalam bahsa Sherpa berarti manusia liar, tersebar dan menjadi viral di dunia.

Jejak kaki yang di temukan Shepaton itu tampak seperti telapak kaki manusia, tapi dengan jempol yang besar.

Ukuran dan bentuknya memang cukup besar, mirip kaki pritama raksasa. Tapi di suatu sisi juga menyerupai kaki hominod. Saat di ukur, besar jejak kaki tersebut sekitar 33 sentimeter.

Dedikasi Hidup Demi Mencari Yeti

Salah satu penjelajah tersebut bernama Daniel Taylor mendedikasikan hidup untuk mencari keberadaan Yeti sejak masih kecil.

Dia pertama kali melihat foto jejak kaki Yeti pada tahun 1946. Ketika kakeknya pergi ke India untuk mengambil alih kendali sebuah rumah sakit di Mussoorie.

Saat itu Taylor melihat foto jejak kaki ikonis itu di sebuah majalah.

Ketika berkunjung ke Museum Inggris, taylor mengaku terkejut ketika kuraktor museum mengatakan jejak kaki anaeh itu milik monyet langur.

Ketika berkunjung ke Museum Inggris, Taylor mengaku terkejut ketika kurator museum mengatakan jejak kaki aneh itu milik monyet langur.

Dia merasa jawaban kurator itu tidak masuk akal. Dia tahu monyet langur berjalan dengan melompat – lompat.

” Yang membuat jejak kaki misterius seperti manusia ini pasti hewan lain, ” katanya.

Dia kemudian bertanya kepada ayah dan kakenya tentang foto jejak kaki tersebut. Mereka kemudian memberikan jawaban yang sama bahwa di majalah iu adalah jejak kaki Yeti.

” Saya kemudian bertanya apa itu Yeti. Mereka menjawab Yeti adalah manusia liar yang tinggal di gunung – gunung dan itu adalah jejak kakinya, ” kenang Taylor.

Sejak itu Taylor mulai tertarik untuk menemukan keberadaan Yeti di pegunugan Himalaya.

Pertualangan Taylor selama 60 tahun untuk mencari Yeti berakhir di Lembah barun. Taylor mengaku telah menemukan apa sebenarnya Yeti itu.

Jejak Kaki Manusia Salju Raksasa Yeti

Dia pun mengabadikan petualangan itu dalam sebuah buku yang di beri judul ” The Ecology Of a My Stery”

Dalam bukunya, Taylor menceritakan bagaimana awalnya dia menemukan Yeti di Lembah Barun. Lembah Barun di penuhi dengan hutan lebat yang di guyur hujan terus – menerus.

Karena itulah tidak ada yang mau tinggal di sana. Penduduk lokal hanya berani tinggal di pinggir hutan – hutan dan Lembah Barun.

Taylor di beritahu Raja Nepal jika ingin pergi ke tempat yang paling liar di mana Yeti mungkin berada, Maka dia harus pergi ke Lembah Barun.

Tapi benarkah Taylor telah menemukan Yeti yang digambarkan menyeramkan dengan tubuh tinggi besar, bulu putih yang lebat, dan memiliki kekuatan yang dahsyat?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *